Senyum Sepanjang Nafas Berhembus

Senyum Sepanjang Nafas Berhembus

Tidak akan putus beberapa urat, meski kulempar SENYUM hingga seantero jagat. Tidak akan pula menjadi masalah, bila mengalir SAYANG kepada beberapa orang. Tapi tidak untuk CINTA. Karena dengan membagi cinta, itu berarti aku telah mendua atau bahkan meniga, menikung, dan lain-lain, dan lain-lain, dan lain-lain.

Melempar SENYUM kepada semua orang, itu bagian daripada ibadah. Kecuali senyum-senyum sendiri, mungkin itu bagian dari Rumah Sakit Jiwa, atau ada sesuatu apalah-apalah kiranya. Entahlah …

Berikan Senyum untuk semua orang …


tapi Hatimu jangan!

Berbagi sayang untuk beberapa orang, keluarga, orang tua, sanak, kerabat, teman, sahabat, kamu, kamu, dan kamu sekalian, bahkan kepada hewan sekalipun sedemikian rupa, menandakan bahwa aku adalah makhluk Tuhan yang menyayangi segala ciptaan-Nya.

Tapi bila dengan membagi cinta kepada semua orang, itu perlu di kupas tuntas hingga akar dalam-dalam. Karena jika aku mencintai kamu-kamu sekalian para teman dan sahabat yang berlainan jenis, itu bermakna aku telah menghianati Ibu daripada anak-anakku.

Dan bilamana aku mencintai kamu-kamu sekalian para teman dan sahabat sesama jenis, itu pertanda kiamat sudah dekat! Karena kamu lelaki dan aku pria, bukankah itu homo judulnya?

Maka atas nama CINTA, kulabuhkan rasa itu hanya untuk seseorang yang dari dulu dan hingga entah sampai kapan selalu ada dalam segala rasa. Terlebih, kini telah Ia ikat pula aku dengan 3 buah hati bagian dari sepanjang nafas berhembus dalam kebersamaan.

4 pemikiran pada “Senyum Sepanjang Nafas Berhembus”

  1. Baca artikel ini saya jadi senyum-senyum, wah jangan-jangan saya pantasa masuk rumah sakit jiwa nih.

    • Senyum-senyum sendiri ya mas? Wahh, jangan dilanjutin deh mas, bahaya! Proyek Mas Bumi kan masih banyak, nanti terbengkalai … Hahaha

Tinggalkan komentar