Tamu Tak Diundang

Selamat Datang Tamu Tak Diundang

Tulisan berikut ini pernah saya jadikan thread pada 21 Mei 2018 (bulan Ramadhan) di salah satu komunitas blogger tercinta, Indonesian Adsense Publisher Discussion (IAPD). Dengan sedikit tambahan, sengaja saya rewrite di blog ini agar tidak hilang tergilas oleh peradaban zaman. Wihhh, segitunya … Hihi

Meminjam Bahasa Jerman via Pixabay sebagai pemanis pada thumbnail di atas, mari kita lanjut ke paragraf demi paragraf berikutnya!

Dalam kehidupan sehari-hari, jika ada orang yang bertandang ke rumah kita itu TAMU namanya. Meskipun nama yang sebenarnya mungkin TOMO, TEMU atau TOMI, dari zaman kuda makan besi sampai sekarang kuda beralih selera makan roti, tetap saja kita menyebutnya TAMU. Apapun judulnya, diundang maupun tak diundang.

Demikian pula halnya dalam dunia maya. Jika ada yang bertandang ke blog / website kita, itu juga TAMU namanya. Yang membedakan hanya dari segi penyebutan atau istilah saja, yaitu visitor atau pengunjung. Namun pengertiannya tetaplah sama.

Memahami Maksud Tujuan Tamu yang Datang

Dalam dunia nyata, maksud si TAMU berkunjung ke rumah kita itu beraneka macam alasan dan tujuan. Mungkin kedatangannya memang berniat mempererat jalinan silaturahmi karena jarang jumpa, bisa jadi juga dia datang untuk menagih hutang yang lama belum terbayarkan, atau mungkin ada maksud dan tujuan lain yang mengantarkan TAMU tersebut hingga sampai ke rumah kita.

Kita tidak pernah tahu secara pasti apa maksud dan tujuan TAMU itu datang. Maksud baikkah, atau bertujuan lain? Dari itu, cari tahu dan pahami apa maksud dan tujuan dari TAMU tersebut datang bertandang.

Beda halnya seperti teman saya, dia sering bertandang ke rumah hanya sekedar untuk curi-curi pandang sama LUNA, janda kembang tetangga sebelah rumah. Alamaakkk! Ehh … No, itu hanya bercanda. Cerita sebenarnya tidak salah, begitulah adanya. Hahaha

Di dunia maya, khususnya kancah per-blogger-an, 1001% saya secara pribadi menjamin bahwa setiap TAMU yang datang ke blog / website kita itu tujuannya baik dan mulia. Yaitu bertujuan menjalin tali silaturahmi atau kedekatan. Datang melihat-lihat, membaca, lalu sebelum pergi meninggalkan kesan dengan sebait dua bait pesan atau pertanyaan dalam kolom komentar yang ada.

Meskipun mungkin sekedar basa-basi, namun tujuan sang TAMU tersebut mulia sekali. Berusaha mengenal kita melalui blog yang dia kunjungi, untuk kemudian meninggalkan jejak agar sewaktu-waktu kita tahu alamat sang TAMU jika kita berniat mempererat jalinan silaturahmi. Tidak pernah terdengar cerita, ada pengunjung yang datang ke blog atau website kita untuk menagih atau meninggalkan catatan hutang.

Kalaupun ada TAMU yang datang ke blog kita meninggalkan sampah berserakan (spam), maka dalam dunia nyata, TAMU golongan tersebut diibaratkan layaknya pengamen atau pengemis yang meminta-minta. Atau bisa juga dari kelompok tertentu yang mengumpulkan sumbangan (trafik) untuk kepentingan tertentu saja. Begitulah kira-kira.

Hargai dan Hormati Setiap Tamu yang Datang

Kembali kepada TAMU atau pengunjung yang datang ke blog / website kita dengan maksud baik, hargailah TAMU tersebut dengan selayaknya. Terlebih sesama blogger yang berniat menjalin tali silaturahmi. Terlepas senior atau yunior, tua maupun muda, pria ataukah wanita, kita adalah sesama. Bangga dan berbahagialah kita semua, karena dari tidak kenal menjadi saling sapa, saling berbagi, bahkan terkadang, tidak jarang juga kita ber-HaHa-HiHi lewat tulisan yang mengalir dari inspirasi.

Secara pribadi, saya merasa sangat senang sekali apabila ada pengunjung yang datang ke rumah maya saya. Toh, saya tidak harus direpotkan untuk menyuguhkan minuman, camilan, atau semacamnya atas kunjungan mereka. Itulah sebabnya semaksimal mungkin saya selalu usahakan untuk kunjungan balik (kunbal) ke blog / website teman-teman sesama blogger yang pernah singgah sebagai balasannya.

Bahkan setiap hari saya sempatkan untuk rutin blogwalking (BW) meskipun sang TAMU belum pernah sekalipun berkunjung ke blog saya. Karena menurut saya, BW itu bukan melulu untuk mencari trafik dengan berharap dapat kunbal, tapi lebih ke pengetahuan. Dengan rajin BW kita bisa melihat dan mencermati setiap blog yang kita kunjungi untuk menambah wawasan dalam membangun blog kita sendiri agar lebih baik lagi.

Terakhir

Sekedar saran, semakin pererat silaturahmi sesama blogger demi kemajuan blogger Indonesia. Semakin rajin silaturahmi semakin menambah wawasan, banyak teman, relasi, sekaligus menjadi pembuka pintu rezeki.

Satu hal lagi, kalau ada yang berkomentar seperempat halaman di blog / website kita, usahakan untuk tidak membalas komentar tersebut dengan seperempat kata saja, seperti “Tks ya”. Daripada harus membalas komentar dengan kalimat seperti itu, rasanya tidak usah dibalas itu lebih baik, ya! Hihi

Eits, terakhir … jangan pula blog / website kita rajin dikunjungi dan dikomentari, tapi sekalipun tidak pernah kunjungan balik atau kunbal. Timbal balik kepada sesama, akan ada timbal balik juga dalam kebaikan, kemudahan, kelancaran dan kemurahan rezeki.

Demikianlah, setelah panjang kali lebar … saya, Rustam Renaldy!

loading...
loading...

12 komentar untuk “Selamat Datang Tamu Tak Diundang”

  1. LOL, awal baca judul saya sama kayak @Kejawen Wetan di atas, mikirnya ke hal hal goib :p ternyataaaa tamu blog. Kalau saya sih tamunya mau komentar apa saja; bahkan menjudge pun akan tetap saya balas dengan semaksimal mungkin santun. Karena mungkin sang tamu tidak memahami persis maksud tulisan kita. Begitu saja sih sebenernya 😀

    1. Asumsi awalnya begitu yaa, hehe.

      Yapz! Terkadang dari sekian banyak komentar yang kita terima, ada beberapa diantaranya yang mungkin terdengar sedikit pedas. Namun, saya sependapat; untuk tetap membalas dengan semaksimal mungkin secara santun apapun tanggapan atau komentar dari pengunjung blog kita. Bisa saja maksudnya membangun atau memberi saran, hanya saja kurang tepat secara penyampaian. Maybe?!

  2. Saya kok jadi ingin itu berkenalan dengan janda yang bernama luna, eh kira-kira semulus artis itu juga kagak? Kalau iya bolehlah saya minta nomor WA nya. Biar bisa berchat-ria.

    Berblogwalking itu penting ,agar blog kita juga semakin ramai dan dikenal banyak orang. Dan pastinya pula biar lebih semangat untuk menulis.

    1. Wah, terlambat sudah Mas Bumi. Si Luna telah pergi tanpa kesan maupun pesan … hahaha

      Benar sekali mas, dengan sering BW bisa juga menambah semangat dalam menulis. Mengutip sedikit dari artikel berjudul “Blog List dan Blogwalking” milik tuteh-pharmantara.blogspot.com; Ada sensasi tersendiri ketika tulisan kita dibaca, dikomentari, dan bermanfaat bagi orang lain.

      *Hi, Tuteh … kutipan tersebut akan dikembalikan ke tempat semula setelah komentar ini dibaca oleh Mas Djangkaru Bumi, yaa. Hihi

  3. tanza erlambang

    wah…keren penutup kalimatnya. Setuju harus saling mengunjungi.
    mantap

  4. Datang malam hari sebagai tamu tak diundang nih …, bermaksud menjalin silaturahmi gitu 🙂
    Pulangnya juga tak diantar.

    Jailangkung kaliii yaa .. , datang tak dkundang, pulang tak diantar wwkkkwkk 😀

    1. Haha … Jailangkung, bisa jadi mas. Apa kabar Mas Himawan? Saya lagi menyibukkan diri di dunia nyata. Blm sempet jln2 or BW.

      Terima kasih sudah mampir mas. Maaf ya, gak bisa nganter pulang, khan datangnya gak diundang … Wkwkwk

Tinggalkan Jejak Anda