Sahabat

Sahabat, Sebelum Kamu Jadi Ular Aku Sudah 7x Ganti Kulit

Teruntuk ‘Sahabat Baikku’ yang ada di perbatasan ujung aspal Sumatera!

Sebelumnya mohon maaf apabila mulai dari judul hingga rangkaian demi rangkaian kata di bawah ini, seakan sedikit arogansi atau mungkin kurang mengena di hati. Namun seperti yang sudah tertulis pada bait pembuka di atas, catatan ini teruntuk sahabat yang sangat amat istimewa dalam perjalananku mengarungi kerasnya kehidupan.

Terlepas dari itu … tidak ada salahnya bagi sahabat yang mungkin dengan tanpa sengaja singgah di blog ini, sekedar menyimak atau jika memungkinkan turut berpartisipasi pula dengan membubuhkan tanda tangan dalam kolom komentar yang tersedia sebagai apapun itu maknanya.

Kembali kepada ‘Sahabat Baikku’ …

Menurut Kicauan Burung yang sering mengadu domba antara kita, kabarmu telah maju dan sukses di sana. Terlepas benar atau tidaknya, tentu aku turut bahagia mendengarnya.

BEO, salah satu jenis burung yang “GACOR”

Namun berdasarkan fakta dari bisikan Ular Berkepala Dua, caramu dalam memajukan usaha yang kebetulan antara kita bergerak dalam bidang yang sama, itu cukup membuat hatiku tergores bahkan begitu terluka. Entah aku yang sensitif rasa, atau memang rasa itulah yang sebenarnya.

Sedikit Mengingatkan, Sahabat!

Mungkin … sambil menikmati kopi hitam seperti yang dulu sering kita lalui bersama di belakang meja berdebu dalam kedai milik Pak Tua, ada baiknya renungkan kembali atas segala tindak tanduk yang telah kau lakukan padaku belakangan ini.

Sebagai teman yang masih baik seperti dulu, dalam hal ini aku bermaksud memberi sedikit masukan untuk kau pertimbangkan sewaktu-waktu.

Kiranya luruskan saja jalanmu, dan aku akan tetap berada di jalurku. Namun bila kau coba langkahi marka antara kita demi kepentinganmu, bukankah kau tahu, jauh sebelumnya aku pernah berada di jalan itu!

Semoga dengan kesadaranmu, tidak akan pernah terjadi penyesalan panjang dalam cerita berbalut kenangan luka. Dari sekian panjang catatanku ini, ingat baik-baik Kutipan Rimba Belantara yang bunyinya sama dengan judul di atas. Yaitu Sebelum Kamu Jadi Ular, Aku Sudah 7x Ganti Kulit!

Jika ada waktu, aku sangat merindukan keluh kesahmu sambil menikmati kopi bersama seperti dulu. Namun tentunya dalam suasana dan tempat yang berbeda, sekalipun dengan cerita yang berbeda pula nantinya!

#SalamTebarPesona

loading...
loading...

Tinggalkan Jejak Anda