Ketegaran Seorang Ayah

Ketegaran Seorang Ayah Sebagai Lelaki

Jika kelak kamu menjadi Ayah, disitulah kamu baru mengerti akan makna tentang lika-liku laki-laki. Mengerti cara melindungi, juga memahami tentang arti dari kerasnya kehidupan ini.

Seorang Ayah bukanlah ROBOT, yang berotak mesin dan berhati baja. Seorang Ayah tetaplah manusia dengan kemanusiawiannya. Memiliki hati dan mempunyai rasa layaknya manusia biasa pada umumnya. Terkadang sedih, namun tidak jarang juga memaksakan hati untuk tetap bahagia.

Mungkin pembeda seorang Ayah adalah suara lantangnya yang menggema ketika ada sesuatu yang harus tersampaikan. Tapi itu bukanlah suatu hal yang perlu diperdebatkan, karena kodratnya yang terlahir sebagai seorang lelaki menjadikan karakter yang sedemikian adalah lumrah adanya dan menjadi sesuatu yang terlegalisasi.

Tidak pula terbayangkan, jika seorang Ayah menyampaikan sesuatu yang harus tersampaikan dengan suara mendayu-dayu dan gaya melambai-lambai bak nyiur di pantai. Amboooyyy …

Ketegaran Seorang Ayah

Kembali ke kodratnya sebagai lelaki, seorang Ayah memiliki hak paten bernama TEGAR dengan lisensi sepanjang hayat. Jika suatu hari kamu sebagai anak meminta sesuatu kepada seorang Ayah dengan respon diamnya, kemudian di ujung hening terdengar jawaban YA darinya, disitulah ketegaran seorang Ayah nampak jelas terlihat.

Meskipun dalam kondisi dompetnya yang tengah luka menganga, jawaban memuaskan tetap terlontar di antara keresahan hatinya. Seorang Ayah bukannya tidak bisa menangis, Ia juga memiliki sensitif rasa. Tapi Ia lebih memilih mengerutkan keningnya, atau terkadang menghembuskan sejauh mungkin asap Dunhill-nya dari pada harus meneteskan air mata. Karena Ia sadar, bahwa air mata hanya milik kaum Hawa.

Ketegaran Seorang Ayah
Sosok seorang Ayah dalam keluarga

Meski tak se-borjuis Raja Salaman dan tak sehebat Suparman, namun seorang Ayah selalu berjuang untuk menjadi Superhero bagi anak-anaknya dan keluarga. Apapun masalah yang dihadapi, ketegaran seorang Ayah mampu menutupi semua yang terjadi.

Bangga dan bersyukurlah jika sosok seorang Ayah masih berada diantara kita. Karena jika Ia telah tiada, setebal apa rindumu sampai kapanpun tidak akan pernah terluapkan. Benar adanya surga berada di bawah telapak kaki Ibu, tapi untuk menuju ke surga itu, Ayah adalah jembatan penghubungnya!

#SalamTebarPesona

4 komentar untuk “Ketegaran Seorang Ayah Sebagai Lelaki”

  1. Jadi teringat alm. papa saya.
    Sosoknya tegas dalam mendidik anak.
    Dan perjuangannya sangat besar untuk keluarga.

    Itu gaya nyiur melambai ide dari mana gambarannya, mas ?
    Wkkwkk … bikin ngakak bacanya deh.

    1. Semoga beliau ditempatkan di surga-Nya ya Mas Sant. Saya pun demikian, sejak usia 10 tahun sudah ditinggalkan sosok yang tegas dalam mendidik.

      Nyiur di pantai … wkwkwk. Inspirasinya nyangkut disitu mas.

Tinggalkan Jejak Anda